4.5.10

yuk…berKomunikasi yang baik agar nggak ‘jaka sembung’ 1

Berkomunikasi dengan baik (baca : menyampaikan pesan) haruslah dilakukan dengan benar antara komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dengan komunikan (orang yang menerima pesan) .


Namun pada prakteknya sering kita lihat hal berikut ini :

” Komunikator menyampaikan pesan namun Komunikan tidak memahami pesan yang diterima “

Hal diatas terjadi karena adanya hambatan/ gangguan (noise), meliputi :
-Komunikator kurang memahami pesan yang disampaikannya
-Komunikator kurang menggunakan bahasa yang tepat disesuaikan dengan kemampuan komunikator
-Komunikator tidak melihat kondisi komunikan, apakah siap (ready) untuk menerima pesan

Solusinya adalah :
Setiap kita yang akan menyampaikan pesan untuk memahami pesan secara menyeluruh.
Setiap kita harus menganalisan lawan bicara (komunikan) dari berbagai sisi/ bidang agar dapat membuat sebuah pesan yang sesuai dan tepat.
Setiap kita agar memperhatikan kondisi lawan bicara (komunikan) apakah sudah open mind/ memiliki fikiran yang terbuka sehingga pesan yang kita sampaikan tidak sia-sia.

Apakah dampak yang terjadi apabila komunikasi tidak berjalan dengan baik :
- Pesan tidak dipahami, sehingga tujuan komunikasi GAGAL
- Diantara komunikator-komunikan adanya persepsi yang berbeda atau TIDAK NYAMBUNG
-Pesan yang disampaiakn SIA-SIA

Untuk itu perbaiki cara berkomunikasi kita dengan siapapun, baik dikeluarga, kerja dan masyarakat.

* Pesan adalah pemyataan sebagai paduan pikiran dan perasaan, dapat berupa ide, informasi, keluhan, keyakinan, imbauan, anjuran, dan sebagainya.

Dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman.

0 komentar:

  © Blogger template ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP