...ssssstttt....gunakan akal, kalau tidak mau Tuhan "menghukum" kalian........cepat atau lambat....
ummat Nabi Nuh As menyembah berhala-berhala yang mereka ciptakan sendiri(wadd, suwaa, yaghuts, ya’uq, dan nasr: QS:71:23-24). dikemudian hari Allah menghukum mereka setelah dakwah nabi Nuh di tolak bahkan nabi Nuh diancam akan dibunuh.
Ummat Nabi Luth, as. dihukum setelah menafikan keberadaan nabi luth dan dakwahnya, mereka terus asyik melakukan penyimpangan seksual.
Allah mengutuk sebagian ummat Nabi Musa menjadi kera, setelah menantang dakwah Nabi Musa.
dan masih banyak contoh-contoh dalam ayat-ayat yang tertulis dan yang tak tertulis...
apakah Tuhan menghukum mereka karena Tuhan cemburu DIA tidak disembah atau DIA dicuekin?
Aristoteles (384-322 SM) pernah mengatakan: manusia itu adalah hewan yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan akal-pikirannya.
Al-Maraghi ketika menafsirkan kata hidayah, membaginya menjadi 5 hidayah, dua diantaranya adalah hidayah Gharizah dan Hidayah Hawasi, kedua hidayah ini juga diberikan kepada binatang. jadi secara "fisik" antara manusia dan binatang hanya dibedakan pada bentuk saja. satuhal yg prinsipil yang membedakn dua mahluk itu adalah bahwa manusia diberikan hdayah al-aqli.
kembali kepertanyaan diatas:apakah Tuhan menghukum mereka karena Tuhan cemburu karena DIA tidak disembah atau DIA dicuekin?
Berhala adalah sesuatu yang dibuat oleh manusia, biasanya terbuat dari apa yang keluar dari perut bumi, apakah itu batu, kayu atau benda logam, dengan kehebatan fikirannya manusia mampu menggali dan memanfaatkan sumber yang diberikan Tuhan, namun keanehan timbul, mereka yang membuat mereka pula yang menyembah apa yang dibuat.
secara sehat maka kita akan bertanya, kemana akal mereka yang telah diberikan Tuhan? ini adalah suatu ketidak wajaran....
Tuhan berkata: Barang siapa yang mensyukuri nikmatku maka akan aku tambah ia, dan bila mengingkari nikmatku maka ketahuilah azabku amat pedih.(QS: Ibrahim:7)
dan salah satu nikmat yang tiada tandingannya yang diberikan oleh Tuhan adalah Aql/akal.....
Tuhan mnciptakan segala sesuatu saling berpasangan..bahkan unsur terkecil seperti atom pun berpasangan dengan adanya proton dan neutron, apalagi manusia.....
manusia diciptakan berpasangan dengan diciptakannya lelaki dan perempuan untuk saling mengenal dan nantinya akan melahirkan generasi kelanjutannya melalui jalur yang telah disyariatkan.
penyimpangan seksual (sesama jenis, bahkan ada juga yang sama binatang) adalah ketidak bersyukurnya manusia terhadap akal yang diberikan Tuhan...
pada tataran yang lebih luas, Tuhan menciptakan alam dalam keseimbangan yang sangat sempurna dan tempat yang baik manusia, “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. ....” (QS. 7:10)
namun karena tidak mau menggunakan akalnya, bahkan lebih mengutamakan keinginan/nafsunya maka apa yang telah diciptakan secara seimbang dan harmonis menjadi rusak, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. 30:41)
dari sedikit uraian itu saya hanya mau mengingatkan aja.....
........Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal. (QS.13:4)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS.3:190)
Zen Muhamad
0 komentar:
Posting Komentar